Konsep open data yang seringkali kita dengar beberapa tahun belakangan sesungguhnya merupakan sebuah konsep yang sangat menarik, dimana data akan tersedia untuk umum dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Pemerintah Indonesia sendiri telah mencanangkan program Open Data ini bagi kementerian maupun instansi pemerintah lainnya. Ide awal dari Open Data ini adalah bahwa data dapat diakses oleh siapapun tanpa pandang bulu diharapkan akan membawa pemanfaatannya ke arah yang lebih optimal. Meskipun demikian, saya pribadi terkadang masih merasa bahwa ke depannya visi akses data secara equal bagi seluruh pihak akan sulit untuk dicapai. Bahkan jika data tersebut tersedia dalam sebuah open web, dimana diasumsikan bahwa semua pihak dapat mengakses website tersebut, dimana para pengakses adalah orang-orang yang mampu menganalisis, menginterpretasikan, serta memahami data, bahkan jika kita bisa memastikan bahwa pengakses hanya akan memanfaatkan data untuk kepentingan yang positif. Jika kita lihat lebih jauh, akan ada sangat banyak kemungkinan adanya kekurangan dalam pemanfaatan data yang optimal, misalnya ketika seorang pengguna akan memanfaatkan data dengan baik untuk kepentingan masyarakat namun tidak mempunyai pengetahuan atau infrastruktur teknologi untuk mengaksesnya, atau ketika seseorang dengan akses terhadap infrastruktur dan teknologi untuk mengekstrak data namun tidak punya cukup pengetahuan atau latar belakang ilmu untuk menganalisanya dan memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat.

Berdasarkan publikasi Gurstein (2011), sumber data ini kemungkinan besar ditemukan oleh pihak-pihak yang telah memiliki akses dan kemampuan untuk memanfaatkan data digital yang tersedia secara efektif. Jadi dapat dikatakan bahwa inisiasi Open Data ini akan lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang sudah terbiasa memiliki berbagai akses terhadap data. Beberapa pihak merasa yang menginisiasi hal ini merasa telah melakukan perubahan besar terhadap pemberian hak akses data kepada khalayak umum tanpa memandang golongan masyarakat, namun pada faktanya perubahan yang timbul tidaklah sebesar yang diduga. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Gurstein (2011), dampak utama dari hal ini adalah meningkatkan peluang kepada pihak-pihak tertentu yang selama ini telah banyak memiliki peluang.

Zuiderwijk & Janssen (2014) menyampaikan dampak negatif yang dapat terjadi akibat penyalahgunaan open data, yakni bagaimana apabila data dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak tepat? Misalnya, untuk melakukan penelitian guna memperlancar misi pribadi dan memberikan keuntungan bagi diri sendiri yang di sisi lain akan membawa dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Hal ini sangat membahayakan. Sebagaimana kita ketahui, open data memungkinkan pengguna untuk melakukan pengelolaan dan pemanfaatan data tanpa membutuhkan perjanjian atau persetujuan dari aspek moral dan etika. Yup, dengan open data kita bisa melakukan apapun terhadap data tanpa peduli dampak buruk yang dihasilkan. Beberapa pihak telah menyadari bahwa pelaksanaan riset akan menjadi lebih mudah meskipun tidak sesuai dengan etika yang seharusnya.

Selain itu, adanya open data dapat mengakibatkan mudah terjadinya misinterpretasi data. Dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari hal tersebut telah dipaparkan oleh Zuiderwijk & Janssen (2014). Sesuai yang saya pikirkan, pertanyaan yang akan timbul adalah bagaimana pemanfaatan data dapat optimal jika pengguna tidak memahami konteks terkait data pengumpulannya? Bagaimana kita bisa tahu apakah data yang ada reliable atau tidak? Apakah pihak yang memanfaatkan telah dapat memahami gambaran keseluruhan data dengan baik? Seringkali sebagai peneliti, kita hanya berpikir penuh semangat karena adanya kemudahan dalam memperoleh data tanpa menilai lebih lanjut hal-hal tersebut.

Tidak salah memang jika ada pihak yang mengatakan bahwa open data akan mengubah cara kita dalam melakukan riset. Dengan adanya open data, kita tidak perlu terlalu banyak berkutat dalam pengumpulan data melalui survey konvensional, kita dapat memperoleh data dengan lebih efisien dengan memanfaatkan data-data yang tersebar dalam open web, termasuk diantaranya dataset, penghitungan statistik, sajian hasil pengolahan.

Jadi kesimpulan saya terhadap dua pertanyaan utama terkait open data yakni: 1) bagaimana kualitas data yang ada? Kualitas data yang diperoleh dari open data tidak selalu optimal, meski menawarkan kemudahan dalam riset kita perlu untuk tetap skeptis terhadap data yang ada dan memanfaatkan skill yang kita miliki untuk mengoptimalkan kualitas data yang akan digunakan; 2) apakah pemanfaatan open data tidak bertentangan dengan aspek moral dan etika? Hal ini akan sangat bergantung pada tujuan apa yang akan kita capai dari pemanfaatan data tersebut. Semua ini membutuhkan kesadaran tinggi dari pengguna mengingat masih sulitnya dilakukan kontrol terhadap kualitas dan pemanfaatan open data.