Beberapa minggu yang lalu kita dikagetkan dengan pengumuman bahwa Microsoft telah mengakuisisi GitHub. Topik ini terus menjadi perbincangan di kalangan teman-teman dan komunitas sekitar saya. Meskipun saya meyakinkan diri bahwa tidak akan ada pengaruh negatif dari akuisisi ini, tapi nampaknya sedikit banyak akan ada perubahan di GitHub. Di sisi lain para developer bisa melakukan berbagai hal untuk mempertahankan independensinya.

Mengantisipasi hal tersebut, Microsoft perlu untuk memahami preferensi para developer dan melihatnya sebagai sebuah peluang untuk dapat membangun relasi yang lebih baik dengan mereka. Microsoft juga dapat mengoptimalkan pemanfaatan database yang ada untuk mengembangkan teknologi AI dan Cloud yang akan banyak menjadi fokus bisnis bahkan secara tidak sadar dapat dengan mudah melakukan seleksi developer terbaik untuk diajak bergabung bersama perusahaan.

Saat ini Microsoft dapat dikatakan berada di momentum yang sangat baik, bahkan pada Juni 2018 yang lalu nilai market cap Microsoft telah melampaui Alphabet, dimana selama ini banyak pihak memperkirakan bahwa posisi tersebut akan diraih oleh Apple dan Amazon. Keputusan Microsoft untuk mengakuisisi GitHub akan memudahkan perusahaan memperoleh berbagai insight baru sekaligus membuka peluang yang diharapkan yakni merekrut para developer terbaik di dunia.

Saya yakin Microsoft memahami bahwa Github bukan hanya sekedar layanan code-hosting biasa melainkan sebuah komunitas yang luar biasa. Berdasarkan data Bloomberg, saat ini ada lebih dari 27 juta developer di GitHub yang bekerja tersebar dalam kurang lebih 80 juta code repository. 27 juta orang developer artinya adalah ada sekian banyak karya hasil pemikiran orang-orang cerdas di dunia. Saya pribadi berusaha untuk terus mengikuti perkembangan mengenai akuisisi ini karena sebagai bagian dari Microsoft community sekaligus developer pada umumnya saya merasa keputusan ini adalah milestone yang sangat berharga di dunia software development karena terbukanya akses perusahaan raksasa Microsoft terhadap komunitas yang penuh dengan orang-orang brilian.

Dan memang langkah ini juga membuktikan bahwa Microsoft ingin lebih banyak generasi muda dan milenial bersatu untuk membangun teknologi dunia melalui Microsoft. Sudah menjadi rahasia umum jika Satya Nadella telah melakukan berbagai upaya untuk menarik hati developer milenial sejak tahun 2014. Faktanya memang untuk dapat berkompetisi dan menjadi yang unggul dibanding kompetitornya yakni Google, Amazon dan perusahaan sejenis, Microsoft perlu terus berinovasi mengambangkan layanannya, terutama Azure yang diibaratkan sedang terjun di medan perang. Lebih jauh dari itu, Microsoft perlu membangun brand spesifik yang akan dapat menarik developer terbaik dengan lebih mudah. Ia tidak ingin mengulang penyesalan sebagaimana pada produk-produk lini Gaming, yang dinilai kuirang melibatkan generasi muda dan milenial sehingga kurang dilirik.

Microsoft menyadari bahwa di era transformasi digital ini, dilihat dari sisi usia pegawainya, Microsoft termasuk berada di peringkat bawah. Berdasarkan infografis yang dirilis oleh Statista mengenai usia rata-rata pegawai perusahaan teknologi, Microsoft banyak mengevaluasi diri karena hasil tersebut sedikit banyak mempengaruhi perkembangan dan inovasi yang dilakukan. Tepat sekali, di dunia teknologi memiliki angka rata-rata pegawai di usia 33 TAHUN bukan hal yang dapat diunggulkan. Tidak ada yang bisa membohongi diri sendiri, bahwa hal tersebut adalah alasan utama Microsoft mengakuisisi GitHub.

Ada sebuah survey yang dilakukan tahun 2017 dan sangat menarik serta perlu dipahami apabila anda bekerja di dunia teknologi dan pengembangan aplikasi atau banyak terkait dengan hal tersebut. Survey ini menunjukkan bahwa sebagian besar developer menunjukkan performa terbaiknya pada usia di rentang akhir 20-an. Hal ini dapat dikomparasi dengan penelitian sejenis terhadap para peraih penghargaan Nobel di seluruh dunia yang sebagian besar melakukan inovasinya pada akhir rentang usia 20 tahun, atau sebelum 30 tahun.

Berdasarkan artike TechCrunch dan diskusi para developer yang dapat diakses disini, terlihat memang masih relatif banyak para developer milenial yang belum menyambut baik akuisisi GitHub dengan Microsoft. Sebagaimana karakter generasi milenial, yang termotivasi oleh pencapaian, apresiasi, kebebasan, keterbukaan, inovasi, pengembangan diri, dan recognition, maka adanya akuisisi ini cukup membuat mereka khawatir. Bahkan banyak pihak berpendapat bahwa terus berkembangnya perusahaan raksasa sejenis Microsoft akan mengakibatkan semakin tingginya kesenjangan sosial di masyarakat.

Microsoft perlu membuktikan bahwa kekhawatiran para developer tersebut tidak benar. GitHUb memang telah lama memiliki komunitas yang sangat loyal, oleh karena itu Microsoft perlu mengantisipasi skenario terburuk yakni rusaknya ekosistem komunitas tersebut setelah keputusan akuisisi ini. Saya sendiri sebagai bagian dari generasi milenial merasa bahwa saya adalah bagian dari mereka yang ingin terus berinovasi untuk memajukan dunia dan berkontribusi bagi masa depan bangsa. Sebagai bagian dari masyarakat dunia yang juga akan berkontribusi dan menikmati inovasi teknologi, baik perusahaan maupun masyarakat perlu menjaga hal-hal tersebut sehingga generasi milenial yang brilian tidak mengalami masa demotivasi, kecewa atau depresi. Bagaimanapun, di masa yang akan datang generasi ini yang akan menentukan bagaimana masa depan bangsa dan dunia.