Artikel ini telah dimuat di rubrik “Her View“, Jawa Pos edisi 3 Februari 2010.

Seorang perempuan memang bukanlah makhluk yang sempurna. Tapi seorang perempuan juga bukan makhluk yang tak berdaya. Sama seperti kaum lelaki, seorang perempuan juga bisa melakukan apa saja yang diinginkan asalkan ada kemauan. Perempuan bukan boneka yang harus menuruti orang lain. Perempuan juga tidak dilahirkan hanya untuk kehidupan di sisi dunia yang telah ditentukan. Perempuan berhak memiliki kehidupan seperti yang diinginkan. Perempuan juga berhak memiliki impian setinggi bintang.

Namun entah mengapa hingga saat ini masih sangat banyak kita temui paradigma di tengah masyarakat yang mengatakan bahwa perempuan tidak perlu pendidikan tinggi. Bahkan kaum perempuan itu sendiri masih banyak yang berpikir bahwa kodratnya hanya sebatas urusan dapur dan pekerjaan rumah lainnya. Perempuan tidak perlu memiliki cita-cita berlebihan karena masa depan perempuan ada di tangan laki-laki (pasangannya). Sesuatu yang klise memang, namun tak bisa dipungkiri, hati kecil saya selalu berontak dan ingin mengumpat setiap kali mendengar pendapat seperti itu. Hingga suatu hari saya membaca sebuah buku dan menemukan kata-kata:

Be the change you want to see in the world

Sampai saat ini kata-kata ucapan Mahatma gandhi yang kurang lebih memiliki arti “Jadilah Perubahan yang Ingin Kamu Saksikan di Dunia ini” selalu terngiang di telinga saya. Sayapun berpikir, seandainya semua perempuan di Indonesia membaca kata-kata itu dengan sepenuh hati dan menanamkannya dalam pikiran mereka dapat dipastikan sedikit demi sedikit paradigma mereka tentang keterbatasan diri dan impian akan berubah menjadi suatu kekuatan yang luar biasa. Kekuatan yang sangat berguna dalam membangun semangat kerja keras dan usaha pencapaian cita-cita.

Kekuatan individu yang tertanam dengan kokoh di dalam hati sesungguhnya berpengaruh besar terhadap rasa percaya diri. Di sisi lain, rasa percaya diri merupakan hal yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang. Dengan rasa percaya diri yang kuat, seseorang akan bisa mengendalikan dirinya untuk menuju ke arah yang sesuai dengan impiannya. Dengan rasa percaya diri yang kuat, tanpa terasa seseorang akan menumbuhkan sifat-sifat tekun, gigih, bersemangat, pantang menyerah, dan sifat-sifat lain yang merupakan kunci kesuksesan.

Sebenarnya sudah ada cukup banyak perempuan yang dapat dijadiakan contoh untuk hal tersebut, diantaranya Marie Curie yang berhasil meraih dua nobel karena ketekunannya di bidang sains, Bunda Teresa yang menjadi panutan dunia karena ketulusannya dalam merawat kaum papa, Hellen Keller yang menjadi tokoh internasional karena kegigihannya meski dengan keterbatasan fisik yang dimiliki, tak lupa Raden Ajeng Kartini yang pantang menyerah dalam memperjuangkan hak perempuan Indonesia. Semua itu menunjukkan betapa besar pengaruh yang ditimbulkan oleh seseorang yang mau melakukan sesuatu dengan penuh keyakinan dan kerja keras.

Dengan demikian sesungguhnya tidak ada pihak yang harus bertanggung jawab mengenai banyaknya paradigma yang mengerdilkan hak kaum perempuan. Kaum perempuan dapat bertindak dan melakukan bermacam usaha untuk menghilangkan paradigma tersebut. Dengan bermodal rasa percaya diri yang kuat dan ketekunan maka peluang bagi seorang perempuan untuk bisa mewujudkan impian dan cita-citanya telah terbuka. Apabila kaum perempuan menyadari hal ini dan mau bersungguh-sungguh melaksanakannya, bisa dipastikan suatu saat nanti paradigma tersebut akan hilang dan tergantikan dengan kekaguman dunia terhadap kaum perempuan secara utuh.